Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Ibu

Dulu, Aku pernah berada di tempat hangat dan nyaman selama 9 bulan, 9 bulan penuh kasih, Dirawatnya aku dengan tulus tanpa pamrih oleh malaikat yang kini ku panggil “ibu”. 9 bulan aku menunggu di dalam, Tidak sabar untuk merasakan seberapa hangatnya pelukan ibu, Apakah rasanya sama seperti di dalam sini? Ku yakin lebih nyaman. Dan pada saat hari yang aku tunggu tiba, Aku dapat merasakan pelukan itu, Benar sekali, nyaman rasanya, Ingin aku setiap saat merasakan pelukan dan kecupan tulus dari malaikat satu ini. Tuhan, terimakasih. Saat aku dipelukannya ia berbisik, “Dunia mungkin akan menguji mu suatu saat nanti, tapi jangan khawatir, aku disini menjaga mu” Dan kalian tau? Benar yang ia katakan, ia benar benar menjaga ku selama 17 tahun aku hidup di dunia ini, Tulus tanpa harap kembali. Pernah aku membuatnya kecewa, Pernah aku membuatnya menjatuhkan air mata, Pernah aku membuat hati nya tersakiti, Tapi aku tidak bermaksud melakukan itu,

Pengkhianat

Menuntut janji, Lupa akan janji, Menuntut kepercayaan, Berujung pengkhianatan, Untuk siapapun yang telah berkhianat, Kamu telah telak membuat seseorang membencimu, Kamu tidak berhak menghakimi, Karena bagaimanapun, Kepercayaan itu mahal, Pengkhianatan mu itu yang murahan.

Dirasa

Malam kembali, Kembali menyapa dengan deruan sunyi Memeluk diri dengan hangat memori. Aku benci, Membenci sesama umat tuhan Yang mengambil segala hak ku, Serakah. Lelah, Pertengkaran antar hati dan pikiran tak kunjung reda Merelakan atau bertahan Pikiran terasa bodoh untuk bertahan Hati belum siap merelakan. Tuan, Sebegitunya ku mencinta Sampai lupa kalau diri ini juga patut disayang.

6pm thoughts

i think it's incredible, how despite all the distance and month they've met, they're still in love and their love is holding stronger than the distance trying to separate. they ask me about you sometimes; about us. they want to know and i don't have an answer. maybe, i'm not what you want; i'm just what distracts you, until you get it. but, i hope you still want me when you aren't lonely. it's okay if you won't fight for me, i will.

berakhir sia-sia

pergi lah, jika menetap tak dapat membuatmu bahagia. kita tau tak bisa bersama, kumohon, sebelum semua itu terjadi, menetaplah sejenak, untuk sementara, sebelum kata pamit terucap pamit akan menjadi lebih menyakitkan ketika keberadaanmu hanya ku harapkan. makin lama aku tersadar bahwa, memaksakan sesuatu yang tidak seharusnya, hanya akan berakhir sia-sia.

Si Semu yang tidak di takdirkan untuk memilikimu.

Aku sudah kehabisan cara untuk membuatmu jatuh cinta. Mulai dari selalu mengalah sampai sesaknya meredam amarah. pernah aku ingin seperti wanita-wanita yang dulu pernah menjadi tambatan hatimu, seperti apa mereka sampai-sampai mampu membuatmu berjuang sebegitunya?, sampai membuatmu tergila-gila akan cinta nya. mereka yang dengan mudah mendapatkan tahta dihatimu, tanpa perlu menderita karena rindu, tanpa perlu digantung waktu, tanpa perlu dihancurkan terlebih dahulu. pernahkah mereka memohon kepadamu untuk tetap tinggal?  pernakah mereka marah hebat, tapi justu mereka yang minta maaf? pernahkah mereka kau tinggalkan tanpa kabar tetapi tetap menyambut baik kau datang? aku selalu bertanya-tanya, pernahkah mereka melakukan apa yang aku lakukan hanya untuk membuatmu jatuh cinta? dan aku sudah kehabisan cara, sakitku sudah mengalahkan segalanya, karena seindah apapun aku mencintaimu, aku tetaplah aku, bukan dia ataupun mereka. /A

Waktu Telah Berpihak

lagi-lagi sang waktu telah berpihak, berpihak kepada seseorang yang telah disakiti, seseorang yang dulu nya peduli, bahkan sekarang untuk mencari tau saja tidak. lagi-lagi sang waktu telah berpihak, berpihak kepada seseorang yang telah kecewa, seseorang yang dulu nya tulus, menjadi orang yang sangat benci. lagi-lagi sang waktu telah berpihak, berpihak kepada seseorang yang telah patah, seseorang yang dulunya sayang, menjadi seseorang yang sangat muak. hati-hati itu hati. jangan salah langkah, maka engkau akan mati menyesal.

entah dan enggan

Gambar
entah mana yang lebih sakit, menahanmu untuk tetap di sini, dengan hatimu yang ingin pergi, atau melepasmu dan membiarkan hati ini merasa sendiri lagi. karena, langkah kaki ini enggan meninggalkan, meski diri ini sudah tidak lagi di inginkan, karena, hati ini sudah terikat kuat, hingga pergi menjadi salah satu hal yang paling berat. "selamat berbahagia" meski ini adalah kalimat yang tidak aku suka untuk ku tulis. dan jika semesta sulit untuk membuat ku melupa, biarkan aku tetap mengingat namun dengan hati yang tidak lagi tersayat. berharap aku punya kekuatan untuk menghapus beberapa perasaan dan kenangan.

To the girl who loves him next.

If you’re reading this he’s finally moved on. He decided to let you in. So please, please be gentle. His guard is still up. I’m sure you’ve figured this out by now. But be patient with him. His heart has gone through hell and back and it’ll take time for it to completely heal. He can be stubborn, and sometimes all you’ll be able to do is walk away, but he always comes around. When he’s upset, kiss him. But then let him cool off. He doesn’t ever stay mad for long. Don’t worry. To love him is one of the scariest things i’ve ever done. But don’t let that stop you from falling. He’s going to catch you. His smile feels like home and you’ll never second guess if he loves you or not. Don’t give up on him. You two will have bad days, but i promise you the good will outweigh those. Take care of him. His yours now.

Kembali lah

Oh tuan, Kapan jarak ini berakhir?, Aku lelah berlari, Berlomba dengan waktu, Aku unggul di depan, Dia berjalan santai di belakang sana. Oh tuan, Makin hari nelangsa makin sengsara, Berteriak memohon sang kekasih pulang, Tapi seakan ia menutup telinganya pura-pura tidak peduli. Oh tuan, Sepertinya sang kekasih nyaman, Sampai lupa untuk pulang, Menemukan zona nyaman baru, Membuat hati meraung akan rindu. Oh tuan, Pulang lah, Rumah mu sudah rindu, Merindukan pelukan sang pemilik.

merindu

Waktu terus berjalan, Aku lelah dibuatnya, Aku bilang “hei tunggu tambahkan detik mu dua kali lipat, aku masih rindu” Tapi seakan - akan mereka terburu-buru akan perpisahan.  Jarak makin hari kian terulur jauh, Aku sedang mencoba untuk berdamai dengan nya, Mereka penguji hebat akan kerinduan. Rindu menyelimuti, Ditemani dengan rintikan air mata, Yang harus rela menerima keadaan, Sembari nelangsa mencekik, Aku hanya ingin mengucapkan, “Aku rindu, jangan lupa pulang”

Benci

Aku benci, Aku benci perpisahan, Aku kembali lagi di peluk sepi, Seakan-akan sepi ingin mencoba membuat ku menerimanya kembali. Kenapa harus ada perpisahan dikala bersama membuat kita bahagia? Kenapa harus ada kata selamat tinggal?padahal hanya membuat luka di hati Kenapa harus ada kita?, kalau pada akhirnya kembali menjadi aku dan kamu. Disini aku belajar, Di Bumi memang tidak ada yang kekal abadi Bahkan cinta pun rela berpisah untuk kebaikannya.

Mundur

Kalau memang sampai saat ini kamu belum bisa melupakan-nya Aku akan mundur. Aku hanya tidak mau menjadi beban di hidupmu Aku tidak mau menambah pikiranmu.              Walaupun sakit, Tapi akan lebih menyakitkan saat aku tau kamu masih mencintainya.

Bulan-Bulanan Perasaan

Menyebalkan ketika nelangsa ku menyadari bahwa aku hanya menjadi pelabuhan untuk  bulan bulanan perasaan mu Apa rasanya menjadi pemain pengganti disaat pemain utama tidak ada?                    Disini kamu benar-benar mencintai-nya,  Kamu sedang mencari pelampiasan mu Kamu sedang mencari seseorang yang akan menggatikan tahta-nya di hatimu Nyatanya, Secara tidak langsung kamu menyakiti orang lain.              Kamu tidak akan mendapatkan dirinya di diri orang lain Jangan memaksakan kehendakmu Kalau memang kamu belum siap untuk jatuh hati, jangan lakukan. Kamu hanya memperburuk keadaan. Kasihan hati mu tidak sebanding dengan pemikiranmu Istirahatkanlah dulu hati mu Berilah dia izin berdamai dengan pikiran mu.

Setahun

Awalnya aku kira aku salah menjatuhkan hati Ternyata tidak,  Jangan tanya mengapa akupun tak tau jika pada akhirnya akan jatuh hati padamu Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh hati padamu benar-benar di luar dayaku. Tatapan ini sungguh sederhana tapi bisa membuatku meledak berkeping-keping Ternyata sesederhana itulah cinta  Bercerita lewat tatap mata yang saling pandang tanpa jeda waktu yang panjang Waktu telah mengiringi jalan kita bersama Ada senyum yang tercanda Dan ada tangis yang beriring air mata Seandainya saja ada kata yang lebih mulia dari cinta  Bila saja ada kata yang lebih agung dari sayang Tentu kaulah yang patut memperolehnya. Biarkan indah Dunia  Menjadi saksi cinta kita Hingga malam menutup jiwanya.

Sang Cinta Akan Mati

Kebahagiaan hanyalah fana dalam kehidupan Dunia ini sudah terlalu banyak kesengsaraan Dunia ini sudah sering diguncang oleh kekerasan Timbangan dosa lebih berat dibandingkan kebaikan-nya Raungan minta pertolongan terdengar sana-sini Mengemis akan kasih sayang sudah menjadi suatu makanan orang-orang yang tertindas Apakah mereka dilirik oleh para petinggi nya? Tidak. Beginilah yang terjadi, apa bila sang cinta kalah oleh harta dan keegoisan Sang cinta resah dan lama kelamaan mulai mati Dan secepatnya kita akan mati sembari mati-nya sang cinta.

Alam pun berbicara

Angin berbisik seakan-akan mengucapkan nama mu Mereka terus-terusan melewati telingaku dengan menyebut nama mu Seperti ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan, tentang mu. Apa kah ini kabar baik atau buruk? Atau ini berkaitan tentang kita? Aku tidak tau. Hujan kali ini turun kembali Hening nya malam tertutup dengan sedih nya langit Langit menjatuhkan air matanya kembali Kenapa langit seirama dengan perasaan ku sekarang? Kali ini tangisan ku diwakilkan oleh turun nya air mata sang langit. Pelangi yang indah Kau sungguh jauh disana  Aku takkan bisa menyentuhmu Hanya bisa memandang indahmu dari bawah sini Seperti hal nya aku yang hanya bisa melihat indah nya dia dari jauh sini. Pepohonan bergoyang sana-sini seakan-akan sedang menikmati alunan angin Dedaunan nya berdansa diatas sana Mereka berpasangan. Ah kali ini aku iri dengan pohon dan para daun nya. Angin apakah kamu bisa membuat ku sebahagia pohon dan para daun nya? Hanya ubah itu aku d

Teruntuk Kamu

Bukan jarak yang membuatku risau akan cinta kita. Yang kurisaukan hanyalah seberapa besar usahamu untuk mempertahankan kita. Kamu adalah arahku, ketika segala pendirianku mulai goyah. Pahamkah kamu, bahwa sekarang kamulah tujuanku? Padamu, aku ingin melabuhkan segala rasa yang seakan tak pernah kehabisan asa . Padamu, selalu kuimpikan segala sesuatu tentang kita berakhir sempurna. Hanya padamu, aku dapat sebegitunya merindu. Hanya padamu, aku menginginkan kita menjadi satu. Aku harap kisah kita tak seperti angina, datang menyejukan namun begitu cepat berlalu. Ingatkan aku ketika ego mulai menguasaiku. Sadarilah bahwa aku mencintai kamu. Tangkap aku. Sebelum semua tergerus waktu. Jangan biarkan cintaku terimpit nafsu lantas mati layu. Semoga bukan aku saja yang mendamba. Semoga hatiku tak lagi patah. Teruntuk kamu, Cerita cinta yang kuharap akan bertahan selamanya.

Kali ini aku adalah penikmat Pagi.

Aku bukan orang yang suka bangun pagi, tetapi dia datang dan pagi hari langung menjadi favorit ku. Bagaimana aku selalu menunggu pesan pagi dari-nya atau bagaimana suara bisikan mengantuk yang enggan untuk bangun dari mimpi indah terdengar ketika dia menelpon di pagi hari, seolah-olah aku mendapatkan pemandangan sempurna dari matahari terbit setiap kali aku mendengar suaranya atau tawanya. Aku penikmat musik yang baik, dan tawanya adalah melodi favorit ku. Ada banyak perjuangan untuk bangun setiap pagi menghadapi masalah kemarin, tetapi kehadirannya, dan setiap kali dia menghibur saya dengan kata-katanya, rasanya napas menjadi lebih mudah, hidup menjadi lebih mudah. Dan itu membuat aku bertanya-tanya bagaimana aku masih utuh ketika setiap hal tentang dia bisa membuat hati ku meledak menjadi potongan-potongan kecil.  Jadi, jika kamu bertanya kepada ku bagaimana pagi ku, aku akan mengatakan itu seperti biasa. Karena, ya, aku tidak pernah menjadi penikmat pagi tetapi jika pagi ha

Aku kehilangan Euforia ku

Apa yg kalian lakukan jika kalian kehilangan euforia?  Kali ini aku kehilangan rasa itu Aku sudah tidak merasa nyaman dengan banyak hal,  Sampai aku sudah tidak bisa lagi berdamai dengan bumi ini, Aku ingin menyerah, aku tidak kuat. Kali ini aku benar-benar berada di titik ter-rendah ku, Sudah tidak ada lagi yang bisa mengerti diriku  kali ini, bahkan orang tua ku sekalipun, yang seharusnya mereka ada di saat aku senang atau sedih bahkan terpuruk  tetapi  kali ini mereka ikut pergi  entah mengumpat diantara rintik senduku atau memang benar-benar tidak peduli karena terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Apa yang akan kalian lakukan disaat tidak ada seorang pun yang merangkul kalian dikala kalian jatuh di lubang kesedihan?  Apakah aku harus mencoba pura-pura berdamai dengan bumi yang sudah tidak memberikan kenyamanan?  Atau aku harus musnah dari sini? Dan berdamai dengan mereka diatas sana? Mungkin itu lebih baik. 

Dia Seorang Pejuang.

Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia hampir tidak bisa bernapas, Tetapi mencoba yang terbaik untuk bangun dari tempat tidur di pagi hari. Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia selalu tersenyum, Meskipun dia hampir rapuh. Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia kesakitan, Tapi dia berusaha mengubah itu menjadi kekuatan. Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia terus hidup, Bahkan dengan bekas luka yang bisa dan tidak bisa dilihat. Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia selalu bilang dia baik-baik saja. Namun dunia tau itu sebuah kedustaan. Dia seorang pejuang, kamu tau. Dia terus bertahan, Karena dia tau bahwa di beberapa titik, Badai akan berlalu, Dan semuanya akan menjadi lebih baik.

Isi Hati Yang Tidak Terdengar.

Terkadang untuk hidup adalah sebuah tindakan keberanian. Aku lelah karena berusaha menjadi lebih kuat dari yang aku rasakan. Sulit untuk menjawab pertanyaan – Apa yang salah? – padahal sama sekali tidak ada yang benar. Rasanya seperti ini tidak akan pernah berakhir.  Dunia tidak akan berhenti runtuh sampai tidak ada yang tersisa dariku kecuali debu. Aku benci perasaan ini.  Seperti aku di sini, tapi aku tidak disini.  Seperti ada seseorang yang peduli, tapi tidak ada yang peduli.  Seperti aku berada di tempat lain, tapi masih saja disini. Aku butuh seseorang yang siap mendengarkan semua emosi, dan beban pikiran ku. Aku lelah, aku menyerah.

Senang datang lagi

Setelah 6 bulan kamu pergi, akhirnya kamu kembali, entah ini hanya sebuah keisengan kamu dikala bosan atau kamu kali ini benar-benar serius akan kembali lagi ke sini.  Entah lah yang jelas aku senang.  Semoga ini bukan hanya pelangi yang datang dikala kamu bosan dan akan pergi dikala euforia mu dengan yang lain datang.  Terima kasih sudah datang mampir kembali,  semoga kamu menetap selamanya dan tidak pergi lagi esok. Semoga kamu bahagia seperti apa yang kurasakan, aku harap aku bisa memberimu kenyamanan lebih dari yang kamu berikan kepada ku, maaf dulu aku sangat teledor mengambil keputusan dengan emosi, kemarin itu aku benar-benar sudah tidak bisa menahan rasa sedih, kecewa, dan lain-lain.  Aku khilaf, maaf.  Aku kapok dengan rasa rindu dan tidak bisa berbuat apa-apa karena dihalangi oleh dinding gengsi yang sangat tinggi.  Aku sayang kamu,  aku tidak mau membiarkan kamu pergi jauh lagi,  aku belum siap dan tidak akan siap.  Tetap disini, aku membutuhka

Masih tentang kamu.

Setengah tahun sudah berlalu, mungkin semua orang akan mengira kalau aku sudah baik – baik saja, tapi nyatanya tidak, memang aku tidak menunjukan ekspresi dan raut muka yang menyatakan kalau aku sedih dan terpuruk, aku hanya tidak mau semua orang mengira aku payah karena aku semakin sulit untuk melupakan mu. Tidak semua orang mempunyai tingkatan rasa patah hati yang sama, kali ini aku benar – benar dititik tertinggi patah hati ku. Tidak semudah itu untuk aku melupakan kita.  Sebenarnya aku akan baik – baik saja, tapi aku tidak tau akan sampai disana kapan, entah besok, minggu depan atau bahkan tahun depan? Aku tidak tau.  Karena sampai saat ini aku saja masih terus menerus memikirkanmu, entah apa yang membuatku seperti itu, mungkin karena aku belum terbiasa dengan keseharian ku yang tanpa mu seperti ini. Bahkan aku sudah mencari berbagai kebahagian yang baru, tetapi tetap saja aku akan pulang ke arah mu kembali. Aku belum bisa menemukan dia yang akan menggeser tahta mu di dalam

Semua Karena Bosan.

Andaikan semua orang mengerti apa arti cinta sebenarnya, kebanyakan orang salah mengartikan arti cinta, seakan akan cinta adalah hal yang paling menyakitkan di di dunia ini, padahal cinta adalah hal yang paling sederhana tetapi luar biasa rasanya, cinta adalah perasaan yang muncul dari hati seseorang, semua orang pasti pernah merasakan cinta, memang kalau mencintai seseorang kita harus siap untuk patah hati, tapi itu adalah konsekuensi nya, itu cobaan nya, semua hal pasti ada konsekuensinya tersendiri bukan? memang menyakitkan, tetapi patah hati juga bisa menghasilkan kisah tersendiri untuk kebanyakan orang, contoh nya, aku.  Aku pernah bertemu dengan laki-laki di SMA ku, dia bisa di bilang cowo baik hati dan pengertian walaupun agak sedikit cuek. Aku dekat dengan dia saat aku mengikuti OSIS pada saat itu dia juga ikut organisasi tersebut. Yasudah awal nya aku biasa saja, dekat hanya sebatas teman, tapi makin lama aku makin nyaman dekat dengan nya, dan dia pun berhasil mendapatkn

Rindu

Rindu. Hei, apa kabar? Sudah genap 3 bulan kita berpisah tapi hati masih tetap saja sama. Masih tentang kamu dan kita. Masih tentang kejadian kejadian yang kita lalui, entah itu suka atau pun duka. Sekarang, semua itu sudah menjadi memori dan cerita jadul yang hidup di dalam diri kita masing-masing. Yang menghantui ku disetiap malam ku sebelum tidur, dan menjadi pikiran pertama yang muncul disetiap aku bangun pagi. Ya, Masih kamu. Sekarang, sudah waktunya kita untuk saling melepaskan, tidak baik apa bila harus terus begini, aku tau aku rindu kamu, aku tau aku mencintai mu tapi apa bila ini di teruskan, akan semakin menyakitkan, kita tau kita saling mencintai dan kita pula tau kalau kita saling menyakiti. Untuk apa bersama tetapi saling menyakiti bukan? Sekarang, sudah tentang kamu atau aku, bukan kita. Semoga kamu bahagia dengan dia yang baru, dan semoga aku pun tidak lagi trauma untuk menyayangi. Aku rindu kamu, selamat tinggal. -q.

Cerita Tentang Dia

Dia.    Pertama, aku mau bertanya, pernah tidak sih kalian merasa sendiri? Dikala orang lain sibuk dengan pekerjaan nya, dan merasa kalian adalah orang yang paling tidak di perhatikan? Disaat kalian sedang membutuhkan seseorang terdekat tetapi semua orang tidak ada, hilang begitu saja? Pernah kalian merasa begitu? Aku pun pernah.    Selanjutnya, aku ingin bercerita, ini tentang si dia yang sedang merasa sendiri, sebut saja si dia itu, dia. Dia adalah orang yang menurutku cukup baik, dia terkadang mematuhi peraturan walaupun tidak disiplin, dan dia takut dengan kecoa, iya, Kecoa. Makhluk kecil yang mirip sekali dengan kurma kalau dilihat saat bulan puasa. Lanjut tentang Dia, Dia sangat paham betul materi matematika tentang fungsi, karena pada dasarnya menurut dia, teknik fungsi di matematika adalah, tidak boleh selingkuh dan harus setia walaupun pasangan nya punya 2 pasangan. Dia orang nya garing, terkadang lucu, dan sedikit bloon. Dia suka musik dan makanan kesukaan nya adalah