Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

kita coba lagi nanti.

rehat lah sejenak, tenang kan hati, tenang kan jiwa tenang kan raga, semua sudah ada jalan nya, tidak usah terlalu di paksa, diri ini juga butuh di sayang, semoga kedepan nya akan baik-baik saja, esok kan kita coba lagi, mungkin sekarang memang belum waktunya.

matirasa

di ramaikan keheningan di peluk kesunyian di temani kesendirian dimana kesenangan? dimana kasih sayang? dimana hangat nya pelukan? hanya ada aku yang terlalu mati rasa sampai lupa apa itu bahagia?

semoga (lekas) pulang.

ada dua insan yang di pertemukan lewat mimpi yang mungkin hanya kebetulan ditemukan di dunia. ada hati yang bertemu tiba-tiba tidak sengaja dibawa oleh semesta untuk mengisi hari walau sementara. ada kamu yang dapat menyembuhkan luka dan dapat bermain di dalam pikiran hingga batin ku, apa kamu tetap menjadi kamu yang semesta bawa untuk mengisi hati dan hari ku? apa mungkin kamu akan datang kembali bukan karena luluh tetapi karena memang sudah waktu nya kamu untuk kembali? karena aku tetap aku yang selalu menunggu mu disini, berdiskusi dengan semesta berdoa dalam setiap detak detik berharap "semoga lekas pulang".

Menunggu

boleh kah aku tetap disini? mencintai mu dalam diam ku? menikmati sepi tanpa dirimu menunggu mu kembali walau aku tau seribu purnama kan ku lewati. kamu, hanya kamu yang aku mau semesta tau, aku akan disini, mencintai mu dalam jutaan tahun bahkan sampai maut menjemput. aku, yang mencintai mu dalam keheningan kalbu, yang dahulu ragu sampai abu-abu, sekarang semakin rancu karena kamu menghilang di telan kabut.

BUKAN KARENA KASIHAN

Aku sudah berusaha untuk bertahan dan membuatmu sebagai satu-satunya. tetapi, aku tidak bisa terus sabar, sementara kamu tidak pernah terlihat sayang. kamu tau aku menyayangi mu, dan peduli ini menjelma harapan besar untuk di akui keberadaan nya. aku tau diluaran sana banyak ketidak mungkinan yang lebih mungkin dari pada ku tetapi kamu memilih ku. aku kira kebahagiaan ku akan berawal dari situ, tetapi aku keliru. kamu memilihku dengan banyak keraguan, kamu menyanyangi ku dengan dasar takut menyakiti ku, kamu mematahkan hatiku satu-satunya dengan memilihku padahal mau mu bukan itu, kamu menyelapkan seluruh harapanku dengan menyayangi ku padahal perasaan mu tidak pernah bersama ku, kini melepasmu adalah cara terbaik untuk menyayangi mu. Aku mau dapat balasan perasaan, tapi bukan dengan kasihan, aku tidak mampu terus berjuang sendiri. Yang terpenting selama ini aku sudah membuktikan rasa sayangku kepadamu dengan cara menghargai dan selalu ada unutk dirimu yang selalu

Angan

Bila kau lupa jalan untuk pulang, biar aku saja yang pergi. Bila ragamu terlalu jauh untuk ku gapai, beri tau aku caranya untuk menyerah. Bila kau memang tidak lagi mencintaiku, buat lah diri ini sadar kalau kamu memang bukan milik ku. Bila memang dirimu tetap angkuh untuk mengerti, biar aku saja yang memahami kalau kita hanyalah angan.

Berbahagialah

malam itu, aku berpikir, tidak pernah aku setenang ini menghadapi pertengkaran dengan mu, mungkin karena aku sudah terbiasa menyikapi ego dan gengsi mu yang sangat tinggi, tetapi hari demi hari yang aku lewati, aku merasa kosong, seperti ada yang kurang dalam mewarnai hidup ku.  ya.  kurang kamu. malam ini aku tersadar, mungkin memang saatnya aku memilih untuk pergi dan mengikhlaskan mu (lagi), bukan berarti aku sudah tidak cinta, bukan berarti aku sudah mendapatkan seseorang yang baru, dan tentu saja, bukan berarti aku ikhlas, aku hanya terlalu sakit untuk terus bertahan dan menutupi kesedihan seperti ini, jujur, aku tidak terlalu ahli untuk dusta terhadap perasaan sendiri. malam ini, dengan seluruh kekuatan, dengan seluruh doa, dengan segala pertimbangan, aku memutuskan untuk pergi, semoga tak ada penyesalan. dan, semoga kamu selalu bahagia, tanpa aku.