Aku merekam sesuatu... Sesuatu yang sejujurnya, aku harap aku tidak pernah lihat. Sesuatu yang sampai sekarang masih berputar di kepalaku, seperti film pendek yang tidak aku pilih untuk saksikan, tapi terpaksa aku tonton sampai selesai. Aku melihat caramu bersikap padanya. Dan aku tidak marah. Tidak perlu. Karena pada akhirnya, yang pandai menyembunyikan sesuatu biasanya juga pandai menyusun alasan. Ternyata, murah juga ya—sikap spesial mu itu. Kau menyebutnya biasa saja, padahal dari caramu menatap, dari cara kau menjaganya tetap nyaman, dari caramu rela bersikap manis lebih dari biasanya... semua itu tak lagi terasa biasa, terlihat begitu tulus—lebih dari yang biasa aku dapatkan. Tapi sungguh, aku mengerti. Kau memang tipe yang hangat. Sayangnya, kehangatan yang tidak tahu batas sering kali justru membakar rumah yang seharusnya kau jaga. Aku diam. Seperti yang selalu kau harapkan dariku. Agar aku terlihat dewasa, tidak mudah cemburu, dan bisa mengerti tanpa harus kamu jelaskan apa pu...
You rest in the arms of angels, in a place of peace and love, watching over me, from the heaven above. I know somewhere among the stars and the angels, you are there holding my hand and loving me in spirit, this thought keeps me going, because, I know love is eternal even if the body isn't. I watched your last breath, I watched my life fade from your eyes, I rested my head on your chest, hoping to feel your heartbeat. Allah saw you getting tired, and a cure was not to be, so he puts his arms around you, and say “come to me”, with tearful eyes I watched you passed away. A golden heart stop beating, Your wings were ready, but my heart was not. Now, I have to remember you, for longer than I have known you, I know heaven must be beautiful right now, cause they got you.
Dalam peluk masa lalu yang kamu simpan, aku mencintaimu, namun kamu masih terikat. Bayang-bayang kenangan, seperti hantu yang setia, menghalangi kita meraih cinta yang baru. Aku mencintaimu, dengan hati yang tak terbatas, namun terasa, kamu masih berdansa dengan bayang masa lalu. Cinta kita seperti sebatang sungai yang terpisah, antara sekarang dan jejak yang kamu bawa. Bisik cinta baru kita terdengar samar, di antara lapisan kenangan yang kamu pelihara. Mungkin waktu akan jadi saksi perubahan, ketika cinta lama beranjak, memberi ruang pada yang baru tercipta. Aku mencintaimu, meski masa lalu membelenggu, namun harapanku tumbuh, seperti bunga yang tak pernah layu. Biarkanlah hati kita jadi penjaga waktu, menyulam cinta baru diantara beban masa lalu yang kau bawa.
Komentar
Posting Komentar